JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta memang masih digodok mekanismenya apakah akan diterapkan langsung atau dipilih oleh para anggota DPRD. Meski mekanisme belum rampung, salah satu partai besar di Ibu Kota, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mulai mempersiapkan kadernya untuk maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta berikutnya.
Pengumuman resmi soal calon pasangan gubernur dan wakil gubernur yang diusung PKS paling lambat akan diumumkan pada akhir 2011. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Selamat Nurdin, Selasa (1/3/2011), saat dihubungi wartawan.
"Nama resminya baru akan kami sampaikan paling lambat akhir tahun 2011. Saat ini, kami belum mau ikut-ikut kisruh soal pilkada dulu. Lebih baik, wait and see keputusan mekanisme pilkadanya," kata Selamat.
Ia mengatakan, saat ini PKS tengah melakukan penjajakan, baik secara internal maupun eksternal. "Secara internal, kami akan lihat kader-kader potensial kami, sementara secara eksternal kami akan lakukan penjajakan dengan partai-partai lain," kata Selamat.
Penjajakan internal dilakukan untuk melihat kader-kader terbaiknya yang akan dinilai secara obyektif berdasarkan kemampuan dan juga secara subyektif melalui penilaian masyarakat akan kandidat tersebut. Adapun penjajakan eksternal dilakukan mengindikasikan keinginan PKS untuk berkoalisi dengan partai lain, tidak seperti yang terjadi pada 2007.
"Kami terbuka pada koalisi. Kalau tahun lalu kami hanya berkoalisi dengan polisi, sekarang kami mulai pertimbangkan dengan partai lainnya," ujar Selamat.
Pada pilkada tahun 2007, PKS mengajukan calon sendiri, yakni pasangan Adang Daradjatun dan Dani Awar. Namun, pasangan itu kalah dari pasangan Foke-Prijanto yang didukung oleh seluruh partai kecuali PKS. Untuk pilkada tahun 2012, sejumlah nama dari PKS mulai beredar di masyarakat. Spanduk-spanduk kader PKS pun mulai bertebaran di berbagai sudut kota. Beberapa nama yang digadang-gadang menjadi calon gubernur DKI Jakarta yakni Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dan Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Triwisaksana serta Ketua DPW PKS Selamat Nurdin.

0 komentar