Tarian ciptaan Sultan HB X yakni Tari Lawung Ageng pun turut dibawakan dan membuat nuansa kultural terasa dalam acara Mukernas yang bertajuk "Bekerja untuk Indonesia " ini.
Sejumlah tokoh DIY dan PKS pusat hadir dalam musyawarah ini. Di antaranya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Suhana Suryapranata, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri , Walikota Jogja Herry Zudianto, Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan juga Presiden PKS Lutfi Hasan.
Dalam sambutannya, Lutfi kembali menuturkan bahwa PKS bukan lagi partai kecil. Sehingga harus berani menunjukkan jati dirinya. Termasuk yang utama saat ini PKS akan menghindari perilaku gajah alingan suket teki atau gajah sembunyi di rumput.
"Dasar prinsip itulah, kita dukung hak angket kasus century dan hak angket kasus mafia pajak. Kita terus dukung sikap dari fraksi kita di DPR," kata dia.
Selain itu, Lutfi secara tegas juga menyatakan sikap PKS soal Keistimewaan DIY. "Melihat pertimbangan sosio historis, politis, dan aspirasi masyarakat, kami melalui DPR RI mendukung sepenuhnya penetapan Sultan HB X sebagai Gubernur DIY," kata Lutfi.
Sri Sultan HB X dalam sambutannya mengatakan, partai politik tidak bergantung pada sosok pemimpinnya saja. Sebuah partai politik juga akan langgeng dan hidup jika selalu mengandalkan kekuatannya pada suara rakyat, bukan sekadar tokoh di dalamnya.
"Yang terpenting, bagaimana sebuah partai itu bisa membuka diri, untuk menyerap aspirasi masyarakatnya, dari waktu ke waktu, bukan hanya momen tertentu," kata raja Ngayogjokarto Hadiningrat itu.
PRIBADI WICAKSONO
Sumber : Tempointeraktif

0 komentar