Padang, Padek—Sekretaris Majelis Pertimbangan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera menegaskan, PKS tidak akan menindaklanjuti isu dan tudingan yang diarahkan kepada parpol Islam terbesar di Indonesia tersebut. Pasalnya, itu semua tidak akan menyelesaikan persoalan, malahan memperkeruh persoalan. Saat ini, PKS hanya fokus bekerja membangun bangsa.
Penegasan itu diutarakan Mardani dalam silaturahmi tokoh Milad PKS ke-13 di Hotel Pengeran Beach, tadi malam (25/4). Dalam kesempatan itu, 12 tokoh di Sumbar mendapat penghargaan atas dedikasinya membangun bangsa sesuai profesinya masing-masing, seperti tokoh pers senior Marthias Dusky Pandoe dan budayawan Wisran Hadi.
”Dalam era demokrasi dewasa ini, kompetisi antarpartai politik adalah sesuatu yang wajar.
Namun, kompetisi yang dibangun harus secara sehat dan membangun. Bukannya saling menyerang, merongrong partai lain atau sebaliknya, termasuk membangun isu yang dapat menyudutkan partai lain, sebagai bentuk pengalihan isu sebenarnya,” kata Mardani.
PKS, imbuhnya, sudah bosan dengan segala macam kebijakan pengalihan isu tersebut untuk menutupi isu sebelumnya. Makanya, lebih baik bekerja, karena bangsa ini tidak akan berubah jika rakyatnya tidak bekerja. Ia juga mengingatkan kader PKS di Sumbar, agar berpihak pada kepentingan publik atau masyarakat. Berpihak pada kepentingan publik dalam artian membuat program-program yang memang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mardani menegaskan, sikap PKS tidak sekadar menjalankan prinsip asal bapak senang (ABS). Sebaliknya, tetap memberikan otokritik demi kebaikan bangsa. Apalagi pengalaman sudah membuktikan, prinsip itu membuat kehancuran bagi bangsa. Seperti terjadi semasa Orde Baru. Islam sendiri sudah menggariskan bahwa kaum muslim cermin bagi saudaranya.
Hadir dalam kesempatan ini, di antaranya Plt Sekprov Sumbar Abrol Asnul, Bupati Tanahdatar Shadiq Pasadigoe, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Wawako Padang Mahyeldi Ansharullah, Wawako Pariaman Helmi Darlis, anggota DPR RI Refrizal, dan lainnya. Termasuk, anggota DPRD asal Fraksi PKS se-Sumbar, perwakilan ormas kepemudaan.
Ketua DPW PKS Sumbar Trinda Farhan Satria menambahkan, usia ke-13 merupakan pintu menuju kedewasaan dan menjadi besar. Semakin dewasa dan besarnya partai, tidak akan lepas dari terpaan badai. ”Bak pohon, semakin besar pohonnya, semakin kencang pula terpaan angin,” katanya.
Saat ini, katanya, PKS bukan lagi partai kecil dan dianggap enteng. Kondisi itu pula yang membuat partai lain merasa terancam. Sehingga, dibuat atau dirancanglah segala macam jebakan politis. Mulai video porno mirip Anis Mata, walau sangat jauh berbeda. Begitu juga persoalan ditimpa Menteri Pertanian, soal impor daging dari Australia. ”Namun, semua jebakan itu mesti dijawab dengan bekerja,” ujarnya.
Ia yakin, semakin banyak pihak-pihak yang mengganggu PKS, justru berdampak baik pada internal partai. Ia mengajak seluruh kader agar momen milad dijadikan sarana introspeksi diri dan ber-muhasabah. Melakukan pembenahan di segala lini. ”Sebagai partai yang lahir dari kalangan intelektual muda, sudah sepatutnya pembenahan terus dilakukan secara terus menerus,” ujarnya.
Pada Milad ke-13, PKS Sumbar memberikan apresiasi kepada beberapa tokoh masyarakat, yang dianggap berhasil dalam pembangunan. Tokoh mendapat PKS Award tersebut terdiri dari berbagai kalangan, mulai kalangan pengusaha, praktisi, pers, seniman, budayawan, tukang ojek, petani sukses dan profesi lainnya. Mereka yang menerima penghargaan adalah tokoh pendidikan Ratna Wilis Muhammad, tokoh pers Marthias Duski Pandoe, tokoh perikanan Nursal Idris, budayawan Wisran Hadi, tokoh agama RB Khatib Pahlawan Kayo, tokoh pertanian jagung Syukri, seniman Syamsul Rizal atau Zalmon, tokoh pertanian penemu cabai popay Syahrul Yondri, pelatih Semen Padang Nil Maizar, Slamet Yulianto berprofesi tukang becak motor, tokoh perempuan Fauziah Fauzan El, dan Masril Koto tokoh pertanian. (rdo)
[ Red/Redaksi_ILS ]

0 komentar