Desakan untuk melakukan reshuffle menguat setelah dua partai yang tergabung dalam koalisi, yaitu Golkar dan PKS, tak sejalan dalam soal hak angket pajak. Sedangkan Gerindra, yang bukan anggota koalisi, justru berada di pihak Demokrat. Sejumlah kader Demokrat berencana mengusulkan kepada Ketua Setgab Koalisi Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengevaluasi dan mereshuffle kader dari partai yang tak sejalan dengan koalisi.
Suswono mengaku keberadaannya di kabinet karena diminta partai membantu kerja presiden. Dalam menjalankan tugas di kabinet, ia melakukannya secara profesional untuk bisa membantu presiden. "Sepenuhnya bekerja membantu presiden di sektor pertanian," katanya.
Soal sikap PKS yang berseberangan dengan anggota koalisi dan bisa membuatnya ditendang dari kabinet, Suswono mengaku tidak bisa memberikan komentar. "Saya tidak lagi menjabat di DPP," ujarnya.
Saat ditanya bagaimana jika posisinya nanti digantikan oleh kader dari Gerindra, Suswono tidak akan mempermasalahkannya. "Tetap saya hormati. Itu hak Presiden," katanya.
EKO ARI WIBOWO
Sumber : Tempointeraktif

0 komentar