Pulangkan Juga TKI Terlantar di Arab Saudi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) mengapresiasi sikap pemerintah yang tanggap melakukan evakuasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Mesir yang kini sedang bergejolak. Meski begitu, PKS meminta untuk tidak melupakan nasib para TKI yang kini masih terlunta-lunta di Arab Saudi.


"Setelah proses evakuasi WNI di Mesir selesai, pemerintah harus segera menyiapkan upaya pemulangan TKI yang terlunta-lunta di Arab Saudi," kata Wakil Sekjen DPP PKS Bidang Media, Mahfudz Sidik, kepada tribun, Kamis (03/02/2011).

Mahfudz mengingatkan hal ini karena sangat penting agar tidak terkesan adanya diskriminasi. Pihak Kemenakertrans dan BNP2TKI, harus punya solusi jelas terkait hal ini.

"Karena mulai banyak dari mereka yang sakit dan terancam jiwanya. Pemda juga harus terlibat dalam pemulangan warganya dari Jakarta ke daerah masing-masing setelah proses evakuasi pemulangan TKI dari Arab Saudi diselesaikan di Jakarta.

Mahfudz sempat mengungkap 2500 kader PKS di Mesir. Hingga kini, secara bertahap sudah dipulangkan bersama 6000 WNI lainnya. Sementara dari data yang dilansir oleh Migrant Care, kurang lebih ada 200 TKI yang terlantar di Jeddah, Arab Saudi.

Beberapa waktu lalu, Tim Khusus Pemulangan TKI usai rapat kerja dengan Menakertrans, Menlu, dan Dirjen Imigrasi memastikan, seluruh tenaga kerja yang terlantar di jembatan Kandara, Jeddah dan Saher Mansyur, Mekkah, akan segera dipulangkan ke tanah air.

Pemerintah menyediakan dana sebesar Rp 14 miliar untuk memulangkan para TKI tersebut yang akan berlangsung hingga bulan Maret mendatang.

Penulis: Rachmat Hidayat | Editor: Johnson Simanjuntak

Sumber : Tribunnews
thumbnail
About The Author

Ut dignissim aliquet nibh tristique hendrerit. Donec ullamcorper nulla quis metus vulputate id placerat augue eleifend. Aenean venenatis consectetur orci, sit amet ultricies magna sagittis vel. Nulla non diam nisi, ut ultrices massa. Pellentesque sed nisl metus. Praesent a mi vel ante molestie venenatis.

0 komentar