REPUBLIKA.CO.ID.YOGYAKARTA--Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak main-main mengejar target tiga besar perolehan suara Pemilu 2014. Berbekal soliditas keluarga, hitungan suara yang harus didapat telah diperhitungkan matang. Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mengeluarkan pula instruksi khusus program dan pendampingan untuk seluruh anak-anak kader.
“Salah satu keunggulan PKS – selain keunggulan personal dan sosial - adalah kesolidan keluarga. Tak ada di partai lain yang sampai khadimatnya memilih partai yang sama,’’ tegas Luthfi, Sabtu (26/2). Dengan asumsi jumlah anak lebih dari dua dari setiap pasangan kader, ditambah dengan jejaring keluarga yang ada, PKS menghitung target suara di kisaran 20 juta untuk meraih posisi tiga besar adalah niscaya.
Sebagai gambaran, Luthfi mengatakan rata-rata pasangan kader memiliki lima orang anak. Sementara saat ini jumlah kader mendekati satu juta orang. Jika saat ini masing-masing pasangan kader dan anak-anaknya memiliki 10 anggota binaan, maka hitungan target yang harus dikejar pada 2014 mendatang sudah terlihat.
“Dan posisi tiga besar bukan berarti nomor tiga,’’ tegas Luthfi, setelah menutup musyawarah kerja nasional PKS. Dia pun mengatakan jika hitungan itu bisa direalisasikan maka amanah 25 persen suara yang disebutkan Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, juga tak mustahil bisa dikejar.
Sebelumnya, Jumat (25/2), Hilmi dalam taujihnya memang menyebutkan angka 25 persen suara untuk Pemilu 2014. Dia menyebutkan target itu sebagai tantangan merujuk pada gelombang massa yang digerakkan Ikhwanul Muslimin di Mesir untuk menjatuhkan Husni Mubarak.
Pendidikan Anak Kader
Selain memberikan perhitungan cara memperoleh suara yang dibutuhkan pada 2014, Luthfi secara khusus mengeluarkan instruksi terkait pendidikan anak-anak kader PKS. ‘’Setiap anak kader PKS minimal harus menyelesaikan S-2,’’ ujar dia.
Luthfi memerintahkan seluruh struktur partai hingga tingkat ranting untuk membuat program dan pendamping khusus untuk pendidikan anak kader. Dia menegaskan bahwa program dan pendampingan ini tak hanya melulu soal akidah dan akhlak melalui pengajian dan program sejenis. “Yang juga diperlukan sekarang adalah leadership,’’ tegas dia.
Setiap bendahara di semua struktur kepengurusan PKS juga mendapat instruksi khusus Luthfi untuk menyediakan alokasi biaya pendidikan anak kader. Terutama diperuntukkan bagi kader yang tidak cukup mampu atau anak-anak dari kader yang sudah meninggal. “Jangan ada kendala untuk anak kader sekolah. Untuk anak dari kader yang sudah meninggal, harus dijamin partai. Keluarganya juga harus dijamin tidak terlantar,’’ instruksi Luthfi.
Dengan nada bercanda, Luthfi meminta dilaporkan ke DPP jika ada kader yang mampu tetapi tidak menyekolahkan anaknya hingga jenjang S-2. Instruksi khusus yang disampaikan di sesi khusus pertunjukan anak-anak kader PKS di penutupan musyawarah tersebut, menurut Luthfi adalah bagian dari pematangan kader untuk masa depan.
Target Jangka Panjang
Jika seluruh program kaderisasi berjalan sesuai garis partai, Luthfi mengatakan target 50 persen suara pada 2019 tidaklah mustahil. “Kalau bisa 50 persen suara, tak perlu lagi kita mengkritik atau dikritik sekretariat gabungan. Karena (Pemerintahan) sudah kita handle sendiri,’’ tegas Luthfi. Dan menurut dia angka 50 persen itu bisa diwujudkan PKS pada 2019 dan sesudahnya.
Red: Krisman Purwoko
Rep: my2/ann

0 komentar