"Tak hanya itu, mereka juga menunjukkan tidak lagi bernuansa transnasional tapi lebih mengedepankan nilai kultural Indonesia. Dan itu terlihat dari penampilan fisik maupun materi pemikiran dua tokoh PKS, Anis Matta dan Fachri Hamzah," jelas pengamat politik, Alfan Alfian, kepada wartawan di Jakarta hari ini (Minggu, 20/2).
Menurut dosen Universitas Nasional (Unas) ini., sejak Munas di Bali PKS, sudah menjadi partai terbuka dan pada pertemuan PKS di hotel berbintang lima, Ritz Carlton, rencana untuk menjadikan PKS sebagai partai terbuka dimatangkan.
"Terakhir, menjelang Mukernas di Yogja sekarang ini, PKS kembali menegaskan dirinya terbuka, bukan partai Islam yang eksklusif tapi inklusif dan mengakomodasi kalangan non muslim. Karena itu, PKS sudah tidak ragu merangkul simbol-simbol daerah," ujar Alfan yang juga aktif di Akbar Tandjung Institute ini. [zul]

0 komentar