BATAM – Pasangan bakal calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Batam 2011-2016, Ria Saptarika-Zainal Abidin punya tiga agenda besar untuk kota industri ini. Pertama, menjadikan Batam kota industri yang maju. Kedua, menyiapkan model pendidikan yang terhubung dan sesuai kebutuhan industri. Ketiga, membangun kehidupan yang harmonis bagi masyarakat.
“Tak cukup menjadikan Batam sebagai kota industri maju saja, tapi harus ada yang namanya live in harmony. Pendidikan juga harus link and match dengan kebutuhan industri,” kata Ria Saptarika saat berkunjung ke redaksi Batam Pos, Graha Pena Batam, Batam Centre, kemarin.
Ria datang didampingi pasangannya dalam Pilwako 2011, Zainal Abidin. Hadir juga, Ketua DPD Partai Golkar Kepri, Ansar Ahmad, Sekretaris PKS Kepri, Raden Hari Tjahyono, Ketua Tim Pemenangan Ria-Zainal, Rizki Faizal, Ketua Tim Pemenangan dari DPC Golkar Asmin Patros, Ketua Tim Pemenangan dari PKS Batam, Riky Indrakari dan para pengurus dua partai pengusung Ria-Zainal.
Kehadiran pasangan kandidat wali kota Batam yang mengusung semangat “Untuk Semua” itu disambut Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Redaksi Batam Pos, Hasan Aspahani, Wakil Direktur Utama Batam Pos, Socrates dan awak redaksi lainnya.
Ria mengatakan, meski industri di Batam tergolong maju, namun subsektor bidang itu masih perlu peningkatan. Salah satunya pengembangan industri maritim yang tak sebatas shipyard. “Perikanan dan kelautan juga akan kami perhatikan,” ujarnya.
Di bidang pendidikan, Ria ingin agar sekolah-sekolah di Batam bisa terhubung dengan industri secara langsung. Sementara, industri bakal mendapat imbal balik berupa tenaga kerja terampil siap pakai.
“Kalau tidak ada yang menyerap angkatan kerja itu, pengangguran bisa terus bertambah. Ini yang mau kami cegah,” kata Ria.
Selain hal-hal serius, seputar pendidikan dan ekonomi, Ria-Zainal juga menyampaikan niatannya membangun kehidupan yang selaras bagi warga Batam. Meski penting, kata Ria, kehidupan selaras masih terabaikan.
“Kota kita ini masih minim fasilitas publik. Padahal, masyarakat perlu tempat untuk berinteraksi dan menjaga hubungan sosialnya demi meningkatkan kualitas hidup. Kalau ini terwujud, kita bisa hidup lebih tenang dan rukun,” ungkap Ria.
Hal lain yang jadi perhatian Ria-Zainal, yakni menekan harga bahan pokok dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama kesehatan.
Kalkulasi yang Baik
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kepri, Ansar Ahmad menegaskan bakal calon Wako dan Wawako Batam, Ria Saptarika-Zainal Abidin bukan pasangan dadakan yang dipaksakan kawin.
”Tapi hasil kalkulasi yang baik,” kata Ansar saat mendampingi pasangan Ria-Zainal berkunjung ke redaksi Batam Pos, Graha Pena Batam, Batam Centre, kemarin.
Menurut Ansar, sebelum memasangkan Zainal dengan Ria, Golkar sudah lebih dulu menimbang berbagai aspek, terutama hitungan kasar perolehan suara yang bisa diraup pasangan ini. “Akhirnya diputuskan Zainal dengan Ria,” kata Bupati Bintan itu.
Secara personal, Ansar menilai Ria-Zainal merupakan pasangan komplet. Selain muda, keduanya juga dipadang mampu menjawab kebutuhan Batam di masa depan. “Mereka punya komitmen kerja,” tukasnya.
Ansar mengatakan, sebagai lokomotif perekonomian Kepri, Batam harus terus bergerak. Dari itu, dibutuhkan sosok pemimpin yang punya visi-misi membangun kota ke arah lebih baik. Tapi, kata dia, visi dan misi yang baik saja belum cukup. “Harus punya keberanian juga,” ungkapnya.
Golkar Tak Pernah Ragu
Tim Pemenangan Ria-Zainal dari DPC Partai Golkar Batam, Asmin Patros mengaku pihaknya tak pernah ragu dengan kapasitas wali kota yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut Asmin, Ria punya kemampuan membawa Batam lebih maju dari saat ini.
“Selama ini Pak Ria tak bisa banyak mengambil kebijakan karena posisinya hanya orang nomor dua (wakil wali kota). Tapi kalau diperhatikan, jadi nomor dua saja Pak Ria ini termasuk hebat karena beliau sudah banyak berbuat,” ungkapnya.
Keyakinan Golkar terhadap Ria, kata Asmin, bisa dilihat dari dukungan dan keputusan menjadikan Ria sebagai nomor satu pada pencalonan wali kota Batam 2011-2016. Bahkan, meski jumlah kursi Golkar di DPRD Batam lebih banyak dari PKS (5:3), tapi partai berlambang beringin itu tak ragu menjadikan Ria nomor satu. “Kami cukup puas menempatkan kader terbaik kami, yakni Ketua DPC Golkar Batam, Pak Zainal Abidin sebagai wakil wali kota,” kata Asmin.
Nyaris Tak Punya Jodoh
Ria Saptarika menyebut perjodohannya dengan Zainal Abidin merupakan kehendak Tuhan. Dinamika politik yang begitu cepat, sempat membuat Ria nyaris tak punya pasangan di menit-menit akhir pendaftaran ke KPU karena Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Batam yang disebut-sebut bakal menjadikannya nomor satu, punya pasangan calon sendiri. “Saya nyaris tak punya jodoh,” ungkapnya sambil tersenyum.
Ria mengaku bersyukur bisa menggandeng partai sebesar Golkar dalam pilwako kali ini. “Kalau mau menang, hitung-hitungan kami cuma dua. Kalau tidak PKS-PDIP, ya PKS-Golkar,” ujarnya.
Meski kesepakatan tercapai di menit-menit akhir, namun Ria menegaskan Golkar bukan partai alternatif. “Sebelum ke PDIP, kami sempat melakukan pendekatan ke Golkar. Tapi waktu itu responya tak sebesar sekarang ini,” kata Ria.
Jaring Gagasan
Rizki Faisal, Ketua Tim Pemenangan Ria-Zainal mengatakan, untuk memenangkan pasangan Ria-Zainal, pihaknya akan menjaring gagasan-gagasan dari masyarakat. Gagasan yang didapat tersebut, masih menurut Riski nantinya akan dirumuskan untuk menjadi program pasangan ini.
”Sehingga jelas, gagasan dari masyarakat dan jadi program Ria-Zainal akan mampu menjawab masalah yang ada di tengah masyarakat itu sendiri,” jelasnya.
Dengan demikian, ujar Rizki, pihaknya percaya bahwa masyarakat yang sudah cerdas mampu membandingkan program-program yang ditawarkan masing-masing kandidat. Sebagai contoh, gagasan yang sudah mulai masuk, ujar Rizki, adalah warga mau Batam ini bebas dari korupsi dan dapat mengundang investor untuk menciptakan lapangan kerja. ”Menurut kami keinginan itu bisa terwujud jika dibuat dalam program kerja yang di breakdown sampai pada tahapan paling kecil,” bebernya. (ros/atm)
Sumber: batamcyberzone.com

0 komentar