Jakarta (13/1) - Wacana perluasan wilayah Jakarta (The Greater Jakarta) yang digelontorkan oleh Presiden SBY disambut baik kalangan DPRD DKI Jakarta. Pasalnya, konsep tersebut bisa menjamin efisiensi anggaran ketimbang konsep pemindahan ibu kota.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana menegaskan, konsep tersebut mudah dipahami lantaran secara administratif tidak membutuhkan biaya besar. "Secara administratif The Greater Jakarta lebih mudah dan murah. Kita setuju dengan gagasan ini," ujar dia, kemarin.
Menurut politisi asal PKS itu. The Graler Jakarta sama dengan konsep Jakarta megapolitan yang pernah diusulkan dewan. Dalam konsep tersebut pengelolaan tata ruang daerah daerah satelit ibu kota seperti Bogor, Depok, Tengerang, Bekasi dan Cianjur, secara terintegrasi.
"Sekarang konsep pengelolaan tata ruang Jakarta dengan daerah satelit belum terintegrasikan dengan baik. Nantinya dengan konsep The Greater Jakarta atau Jakarta megapolitan, pengelolaannya bisa terintegrasi dengan baik," tandas Triwisaksana.
Konsep itu, sambung dia, nantinya akan meminimalisasi persoalan kependudukan yang selama ini menjadi masalah yang sulit diatasi oleh Jakarta. Perluasan wilayah bisa menjadi solusi padatnya penduduk di Jakarta. "Sekarang ini dalam 1 kilometer persegi dihuni 14 ribu jiwa. Ini berarti Jakarta sudah sangat padat. Dengan penambahan wilayah kepadatan Jakarta bisa diurai nantinya," tutur Triwisaksana.
Kendati demikian, dirinya mengakui bahwa konsep itu tentunya memiliki kelemahan juga. Yakni dalam persoalan kependudukan. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi pertambahan pendudukan yang cukup signifikan lantaran perluasan wilayah. (rul/aak)
Sumber : Harian Indopos
0 komentar