Dalam sambutannya Luthfi menyatakan, apa yang dilakukan PKS merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya hutan. Laju deforestasi (kerusakan hutan) di Indonesia tiap tahunnya mencapai 1,17Juta hekatare per tahun.
“Saat ini ancaman terhadap hutan harus menjadi perhatian serius. Dikatakannya, data pemerintah saat ini menunjukkan 42 juta hektare hutan Indonesia telah gundul. Sedangkan luas hutan yang dimiliki Indonesia hanya sekitar 130 juta hektare. Kondisi ini tentu saja harus diwaspadai. maka tanamlah untuk menjaga alam dan kehidupan”, katanya. Dampak dari gundulnya hutan bisa dirasakan saat ini. Bencana banjir, tanah longsor, dan musim yang tidak menentu merupakan dampak dari pemanasan global merupakan dampak dari gundulnya hutan.
Disinggung tentang pilihannya menanam di lereng Merapi, Luthfi menyatakan beberapa pertimbangan yang mendasari. Pertama, bahwa 43 persen dari 6.140 hektare hutan taman nasional rusak akibat erupsi Merapi. Kedua, saat ini PKS sedang menggelar acara Mukernas 2011 di Yogyakarta, maka momentum ini harus digunakan untuk mengingatkan masyarakat Yogyakarta khususnya, dan Indonesia umumnya bahwa pemulihan terhadap hutan akibat erupsi Merapi tidak kalah penting dengan bermacam program rehabilitasi lainnya. Ketiga, PKS ingin memberikan kontribusi dalam ikut serta melestarikan hutan dan alam. Ditambah lagi, daerah Sleman ini kerusakan hutannya lumayan parah, sehingga kami menanam pohon di sini, tambah Luthfi.
Sementara itu Ketua DPW PKS Yogyakarta, Sukamta, Phd menyatakan, pemulihan hutan pasca erupsi ini mendesak dilakukan, mengingat gundulnya hutan bisa berakibat timbulnya bencana susulan. Banjir dan tanah longsor sering terjadi pada hutan yang gundul. Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama sama peduli pada hutan, peduli pada alam, ungkapnya.
Menurut Skamta, 32.000 pohon yang akan ditaman tersebut terdiri atas berbagai macam jenis pohon. Dari mulai Sengon, Mahoni, Pinus hingga Kelapa Hibrida, total ada 15 jenis tanaman, katanya bersemangat.
0 komentar