MEDAN – Anak jalanan masih tersebar di beberapa persimpangan Kota Medan. Hal ini menjadi pandangan kurang mengenakkan bagi kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Juliandi Siregar, menilai Pemerintah Kota (Pemko) Medan kurang peduli terhadap anak-anak jalanan.
Boleh dikatakan, sebut Juliandi, perhatian Pemko Medan terhadap para anak jalanan tidak ada. Hal ini ditandai dengan tidak adanya sarana pembinaan yang diberikan.
“Sampai saat ini perhatian Pemko Medan terhadap anak jalanan sangat minim, karena sarana pembinaan tidak ada.Ini sangat disayangkan sekali,” ujar Juliandi kepada Waspada Online, pagi ini.
Padahal, lanjut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kota Medan bisa menjalin kerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat pembina anak jalanan dalam menanggulangi persoalan yang satu ini.
Namun, sayangnya sampai saat ini belum ada perhatian Pemko Medan untuk melakukan pembinaan, sehingga tidak heran semakin hari jumlah anak jalanan ini terus bertambah. Karena, hampir di setiap perempatan lampu-lampu merah di penuhi gelandangan dan pengemis (gepeng).
"Padahal ini merupakan salah satu masalah serius yang harus diperhatikan oleh Pemko Medan, bagaimana pendidikan mereka, bagaimana kehidupan mereka selanjutnya, jika ini terus dibiarkan,” ungkap Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan ini.
Juliandi mencontohkan, Pemko Surabaya sendiri mampu mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar untuk membangun rumah penampungan, sehingga Pemko Surabaya sudah memiliki rumah singgah sebagai tempat pimpinan para anak jalanan.
Di Medan sendiri, sebut Juliandi, sampai saat ini tidak ada rumah penampungan. Kalaupun ada merupakan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (pemprovsu), padahal Medan merupakan kota nomor tiga terbesar di Indonesia.
Sumber : Waspada

0 komentar