Selain itu, anggota badan legislatif ini menyatakan, para pesepakbola nantinya akan semakin profesional dan berdampak pada pola permainan yang lebih berkualita. "Saya kira, dengan kemandirian itu nantinya setidaknya bisa menghilangkan praktik kecurangan yang selama ini disebut-sebut terjadi di dunia sepak bola," kata politisi asal Partai Keadilan Sejahtera ini.
Muzakkir pun berharap rencana Mendagri itu bisa terealisasi. "Dananya bisa dialihkan untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Sementara Ketua PSSI Sulsel, Kadir Halid, tidak sepakat kalau APBD disetop untuk menalangi kegiatan sepak bola di Indonesia. Dikatakan adik kandung Nurdin Halid ini, bisa saja hal itu bisa dilaksanakan, tapi perlu tahapan-tahapan sebelum kebijakan ditetapkan. "Jangan langsung disetop. Lakukan dulu tahapan-tahapan," kata Kadir.
Wakil ketua dewan Makassar, Busrah Abdullah beberapa waktu lalu kepada Tempo, mengatakan kucuran dana untuk pembinaan olahraga yang diberikan ke KONI sebesar Rp 12 miliar. "Intinya dikucurkan ke KONI. Soal ke klub sepak bola kami tidak tahu," kata Busrah.
Menurut info yang didapat Tempo, sekitar Rp 9 miliar mengalir ke PSM Makassar. Namun, kepindahan tim Juku Eja berkompetisi di Liga Primer dikatakan Ketua Umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin beberapa waktu lalu, tidak lagi menggunakan kucuran APBD Makassar.
Dikatakan anggota dewan Rahman Pina, sepengetahuan dia, PSM tidak pernah menyatakan tidak menggunakan APBD lagi, namun memang hanya peruntukannya. Untuk pembenahan infrastruktur dan pengembangan bibit muda insan sepak bola Makassar. Muzakkir Ali Jamil menyatakan apresiasinya soal penyelenggaraan Liga Primer. Menurutnya hal itu akan membuat dunia persepakbolaan nasional tercipta tren positif.
IRFAN ABDUL GANI
Sumber : Tempointeraktif

0 komentar